link pemburu dollar

Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2012

Aku Di Neraka,Katanya



Seperti ziarah sebelumnya,selesai berdo’a aku duduk di sebelah pemakaman Kakek.Ada yang aneh sore itu,kurasakan seperti ada seseorang yang menuipkan nafasnya ke telingaku,tangan kananku juga terasa dingin,seperti ada yang menyentuhnya.kupejamkan mataku agar aku bisa tak melihat sesuatu yang terjadi di sekitarku dan aku meneruskan do’a ku.
“Kakek?kenapa kakek bisa disini?kita dimana?”tanyaku kaget setelah membuka mata dan berada di tempat yang berbeda.
“Kau pecaya siksa neraka?”
“Iya Kek,kenapa?”
“Apa kau mau melihatnya?”
Bulu kudukku merinding mendengar pertanyaan itu.
“Kalau kamu mau,sekarang pejamkan mata kamu dan pegang tangan Kakek.”
Hampir dua menit aku terpejam,aku semakin takut dengan keadaan.”Inikah ajalku?”pertanyaan menakutkan itu selalu keluar dari benakku.
“Sekarang buka matamu.”
“Astaghfirullohal’adzim.”
Aku sangat terkejut dan juga takut dengan apa yang ku lihat sekarang.perempuan yang digantung dengan rambutnya.lidahnya memanjang melingkari menutupi lehernya.
“Dosa apa yang telah ia lakukan kek?”Tanya ku dengan suara terbata-bata karena takut melihat kejadian itu
“Ketika hidup di dunia,ia selalu memamerkan keindahan rambutnya kepada semua laki-laki yang dilihatnya, sering menyakiti suaminya dengan ucapanya,ia juga  tidak pernah bersuci,sholat,bahkan tak pernah berpuasa.”
Aku takut,dan sangat takut ketika kawanan kalajengking dan ular menyerangnya,akupun berusaha menjauh.Aku terkejut lagi setelah  ku membalikkan badan ketika hendak menjauh,seorang perempuan yang digantung dengan kedua buah dadanya, api yang ada dibawahnya mulai mengangah,ia menjerit dan meminta tolong,saat mulutnya terbuka,diguyurkan kedalamnya timah panas yang mendidih.
“Nak,inilah siksaan seorang istri yang selalu berbohong dan suka mengadu domba,sering menginjak tempat tidur suaminya.”
“Hanya meninjak tempat tidur suaminya ia di gantung dengan kedua buah dadanya kek?”
“Perlu kamu tahu nak,perempuan lah yang menjadi penghuni terbanyak di neraka.Kelak ketika sudah menikah,didiklah istrimu agar menjadi istri yang sholehah.”
“Ia kek.”sahutku
Kobaran api itu semakin membesar menghampiri ku,dan sepertinya mengejarku,ku putuskan untuk berlari menjauh,rasa takutku semakin memuncak,ada sesuatu yang membuat kaki ku tersandung,aku terjatuh tepat di atas pemakaman kakek.

coretan pendek


pikiranku semakin kalut,aku tidak akan pernah menuntut,meski sikapmu menyisakan kesedihan yang membalut

************************

kita tak akan surut, meski hati kita tak penurut...

*****************************

selaksa sempurna kau datang menjemput dengan santun kata yang lembut

************************************

aku tidak takut... aku hanya ingin kau turut... ke tempat yang patut.

*************************************

lembut kata kau mengalun, makna terselip merayu syahdu,ach kau terlalu membuatku merindu.

***********************************

masihkah kau mau merajut kisah kita yang telah lama surut


Senin, 23 Juli 2012

BERBAKTI KEPADA IBU UNTUK MERAIH AMPUNAN ALLAH


           Dari Ibnu Umar r.a.,ada seseorang menemui Nabi SAW,lalu berkata,"Sesungguhnya aku melakukan dosa yang sangat besar.Adakah cara taubatyang bisa ku lakukan?"Nabi bertanya,"apakah kau masih memiliki ibu?"Tidak:,jawabnya.Nabi bertanya lagi,"Apakah engkau memiliki bibi dari pihak ibu?""Ya",jawabnya.Nabi bersabda,"Bebaktilah kepada bibimu".(H.R.Tirmidzi)
          Dalam kisah lain disebutkan,"sesungguhnya seorang hamba dinggal pergi oleh salah seorang atau oleh kedua ibu-bapaknya,sedang ia dalam keadaan durhaka.Namun sang anak senantiasa berdoa dan memohonkan ampun bagikeduanya, sehingga Allah menetapkannya sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.:(H.R.Tirmidi)

Minggu, 22 Juli 2012

DI KURSI MERAH ITU



               Mas,dia masih kecil,jangan diajak pacaran dulu,kasihan,biarkan dia fokus sekolah.kata mbak Gina,salah satu mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN di kampungku.
               Aku sempat kaget mendengar kata-kata itu.perasaan ku seperti tertusuk benda tajam yang beracun tapi tak membunuh.ragaku seperti tak bertulang,lunglai oleh kata-kata itu.Aq mencintainya,dan sangat mencintainya.Apa mungkin aku bernafas tanpa dirinya?Ya,ku tau dia bukanlah Tuhan q yang memberi nyawa dalam jasad ku.Tapi dialah yang menjadi inspirasi hingga aku bersemangat menjalani hidup ini.

               Iya mbak,bisik kebohonganku lirih sambil ku menganggukkan kepala.

               Sebenarnya sudah dari awal kami jalan sekitar 3 bulan,,jujur aq ingin menghancurkan hubungan ini,ya,karena seluruh kampung sepertinya sudah tahu tentang hubunganku dengan dia,dan aku hanya kasihan saja dengan dia.setiap mereka yang tahu tentang hubunganku ,rata-rata selalu mencari nama di depan kedua orang tua cewek ku.orang tuanya melarang dia berhubungan dengan ku,entah karena aku miskin,bodoh,sampah masyarakat atau apalah alasanya karena sampai sekarang aku juga tidak tahu tentang kebenaran alasan itu.
               Malamnya,ku lihat mobil putih berjalan keluar dari rumah itu.
da peluang nih,tegasku dalam hati.
akupun beranjak kerumah cewekku menepati keinginan mbak gina untuk meninggalkan  kekasihku.Suasana ruang tamu rumah itu nampak ramai dipadati mahasiswa yang lagi KKN dikampungku.Dengan hati sedikit lesu,akupun menuju ruang tengah melewati pintu belakang,disana aku bertemu dengan mbak Gina.

               Eh maspo,ada apa?Tanya mbak Gina kepadaku.
               Sinta dimana mbak?jawabku lesu.
               owh bentar ya,lanjut dia.

               Akupun duduk di kursi merah dekat meja makan rumah itu.sejenak kemudian mbak Gina pun menghampiri ku.itu mas,Sintanya malah nangis di kamar,sapanya.Aku semakin  bingung dengan situasi saat itu.Memang,ia selalu nangis bila aku berkata ingin menyudahi hubungan kita.dalam kesendirianku diatas kursi merah itu,Sinta dengan wajah lebam dengan mata yang masih tergenang buih kesedihan itu menghampiriku.
Bagaimana Sin?kamu tahu kan tentang apa yang dibicarakan aku dengan mbak Gina.Tanyaku.
ia terdiam,sejenak kemudian ia memegang pergelangan tanganku seraya berkata
               “aku sayang banget ma kamu,aku gak mau kehilangan kamu.”
               ia aku tahu,tapi orang tuamu bagaimana?jawabku
               suatu saat nanti orang tuaku pasti setuju.Tegas Sinta disela-sela tangisnya.

               Akupun mulai menggenggam tangan Sinta.tak terasa airmataku juga membasahi wajahku.Aq menyesal dengan apa yang telah ingin ku katakan tadi.kenapa aq mau menuruti kata-kata mbak Gina?kenapa aku tega meninggalkan seseorang yang sangat sayang kepadaku.Sambil  mengusap air mata diwajah Sinta.aku berjanji dan berkata “apapun yang terjadi,aku gak akan meninggalkanmu.

Jumat, 20 Juli 2012

IBADAH SHOLAT TARAWIH DAN SHOLAT WITIR

01. tarawih adl shalat malam yg khusus hanya ada di bulan ramadhan | dalilnya banyak dan jelas, Rasulullah melakukannya 
02. ada banyak tanya apakah tarwih 11 rakaat atau 23 rakaat | yang manapun boleh, yang paling afdhal adl ikuti yg jadi imam
03. "orang yg shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR Tirmidzi)
04. jadi mau 11 rakaat, mau 23 rakaat, boleh aja, yang penting ikuti imam tarawihnya | dia 11 rakaat kita ikut, dia 23 rakaat kita ikut
05. karena Rasul pernah tarawih 11 rakaat, Umar ra tarawih 23 rakaat | dan Umar ra. bukan bid'ah, dia lakukan ada dalilnya | jadi boleh2 aja
06. yang nggak betul kalo tarawihnya 23 rakaat tapi kayak lomba lari, al-fatihah satu isapan napas selesai | nah ini nggak tepat
07. tarwih asal katanya "berhenti sesaat" atau "santai" | begitulah Rasul dan para sahabat tarawih, santai dan tidak buru-buru
08. jadi mau 11 rakaat, mau 23 rakaat, disilakan, yang penting ikut tarawih dan nggak buru-buruan | kelir ya? :)
09. adapun tahajjud, ialah shalat malam yg lain lagi | ia boleh dilakukan di selain ramadhan, dan juga di ramadhan, sebagai tambahan ibadah
10. jadi setelah tarawih, lalu tidur, bangun mau tahajjud lagi | that's very cool :) | silahkan aja, bagus banget
11. pertanyaannya, gimana witirnya? kan katanya witir penutup shalat? | nah ini kita bahas dikit ya :)
12. witir artinya ganjil | shalat witir ialah shalat sunnah muakkad antara isya - fajar, dan penutup daripada shalat malam
13. dalilnya sabda Rasul, “jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR Bukhari Muslim)
14. witir ini boleh 1, 3, 5, 7, atau 9 rakaat | dan walau witir adl penutup shalat, bukan berarti nggak boleh shalat sunnah lagi
15. maksudnya dalil witir itu "penutup" | maksudnya adl setelah lakukan shalat malam ya sunnahnya ditutup witir :)
16. jadi pas tarwih boleh aja ditutup witir | lalu tahajjud lagi setelah tidur | dan witirnya nggak perlu diulang lagi
17. karena ada sabda Nabi "tidak boleh ada dua witir dalam satu malam” (HR Tirmidzi) | jadi witir cukup sekali aja
18. dalil boleh shalat setelah witir ini, karena Rasulullah pernah shalat 8 rakaat, lalu witir 1 rakaat, lalu lanjut lagi shalat 2 rakaat
19. "bahwa Nabi saw pernah melakukan shalat 2 rakaat sambil duduk setelah melakukan witir" (HR Tirmidzi) | ini dalilnya
20. "siapa diantara kalian yg khawatir tidak bangun di akhir malam, maka berwitirlah di awal malam lalu tidurlah, ...” (HR Tirmidzi)
21. juga ada hadits yg sebutkan Rasul bercakap dengan Umar yg witir di akhir malam, dan Abu Bakar yg witir di awal malam, maka boleh aja
22. ulama 4 madzhab pun memilih pendapat, bahwa boleh hukumnya lakukan shalat sunnah setelah witir | termasuk lakukan tahajjud
23. jadi ringkasannya, boleh lakukan tarawih+witir jamaah sama imam (afdhal nih) | lalu abis tidur tahajjud lagi, nggak pake witir :)
24. witir sendiri kalo 3 rakaat bisa 3 rakaat sekaligus salam, boleh juga 2 rakaat salam +1 rakaat salam (ini lebih afdhal) :)
25. sunnah surah bacaan witir, membaca surat al-a’laa pada rakaat 1, surat al-kafirun pada rakaat 2, surat al-ikhlas pada rakaat 3
26. "Rasulullah saw shalat witir dgn baca (Sabbihismarabbikal a’laa), (Qul yaa ayyuhal kafirun), dan (Qul huwallahu ahad)" (HR An-Nasai)
27. atau membaca surat al-a’laa pada rakaat 1, surat al-kafirun pada rakaat 2, surat al-ikhlas, al-falaq, an-nas pada rakaat 3
28. kelir ya? :) | selamat menikmati ibadah2 malam di bulan ramadhan, semoga kita diantar menjadi hamba yang menang :)

Kamis, 19 Juli 2012

Lewat telefon

kholifudin.blogspot.com
Terdengar sayup sapamu mengalun syahdu
Mengalir lewat udara di malam yang beku
Merubah pekatnya malam menjadi haru

Di ujung tepi yang berhias bintang
Candamu hadirkan suasana riang
Seperti masa yang terkenang

Terasa hangat percakapan itu
Begitu renyah tawamu seakan menembus waktu
Ke masa aku masih bisa berbaring dipangkuanmu

Rabu, 18 Juli 2012

sms gratis xl juli18 2012

kholifudin.blogspot.com
bagi sobat2 yang sukanya sms,,da trik ni buat xl..gratis buuuuuuuuuu,,langsung dicoba aja ya
ketik *123*777*4*3*1*1*5*5*1*1# trus notujuan lalu klik yes dan tulis pesan kamu,,yang terakhir ni,,baca basmalah 3x tanpa nafas,,hehe kaya mau melet orang aja,,,setelah itu langsung aja kirim,,hehehe,ribet ya????? mski xl tu dah terkenal murah,kalau ada yang gratis ngapain bayar?????????????????selamat mencoba :)

Senin, 16 Juli 2012

berharap

Aku akan melakukan hal yg sama sepertimu, 
Membiarkan takdir mengalir dan memutuskan... 
Apakah kita akan kembali bersama atau justru berpisah selamanya. 
Saat hari itu tiba, 
aku berharap kebahagiaan kita bisa menjadi nyata.Meskipun jalan yg kita tempuh mungkin berbeda.... 

Miss u....

Minggu, 15 Juli 2012

WOUNDS THAT HURTS SMALL IN MY HEART

In the silence of my lonely heart
I screamed and screamed I could not take it anymore
I live life full of this puzzle

Why I can not afford to face all these
I just knelt and shame
I will remember the sins that have been passed

I was forced with singing
My heart is moaning
I was tired, shaky and unsteady

Let dew running down
My heart and rose buds bloom again
Joint pain of my wounds hearts

But why is this my sore
Bring up the blood and hit the earth
And prostrations in simpuh me with injuries

Sabtu, 07 Juli 2012

remaja masjid perlu perhatian khusus



pembangunan masjid Al-Muttaqien Sidayu bandar batang


”Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,”Tentunya kita ingat ungkapan dari orator terkenal yang pernah memimpin bangsa ini.Memang peranan pemuda dalam sebuah lingkungan sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan manusia pada umumnya dan masyarakat kaum muslimin pada khususnya .karena pemuda yang terdidik dengan adab-adab islam maka merekalah yang akan mensyiarkan Islam.Dalam hal ini.Masjid tentunya mempunyai peran yang strategis guna mengawal pemuda dalam masa transisinya yang penuh gejolak yaitu menjadi wadah organisasi remaja masjid itu sendiri.keberadaan remaja masjid itu sendiri sangatlah penting dalam mendukung tercapainya kemakmuran masjid.Meskipun tanpa remaja kegiatan masih bisa berjalan namun secara jangka panjang tidak ada jaminan kemakmuran masjid akan terus berlangsung.karena bagaimanapun juga,sepuluh duapuluh tahun mendatang yang menjadi tolak ukurnya adalah remajanya yang sekarang.Bila tidak ada pembinaan dan proses pengkaderan yang terstruktur, berjenjang, dan berkesinambungan sejak dini, tidak menutup kemungkinan masa depan masjid bersangkutan akan suram.Hal demikian kiranya yang masih kurang dipahami oleh sementara kalangan pemimpin masjid. Tidak heran, kalaupun terdapat organisasi remaja masjid, proses awal pembentukkannya jarang melibatkan kalangan remaja secara aktif dan luas. Sementara, dalam praktiknya pun organisasi ini hanya ditempatkan sekadar "pelengkap penderita", yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi atau digerakkan oleh kalangan tua untuk membantu merealisasikan aneka kegiatan masjid. Semisal, yang kerap terjadi, dalam penyelenggaraan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dan kerjabakti masjid.

Jumat, 29 Juni 2012

KHILAF

Selasih ku siram
Di dalam jambangan semakin longlai
Kasih ku tanam kering layu terkulai
Apakah itu pertanda...

Apalah dosa
Khilaf bicara cetus bara sengketa
Seribu nista pasti cemari noda
Retak kasih pun bermula

Rasa cinta berubah hilang kasih setia
Dilambung ombak yang menggila
Maraklah api di hati menjadi benci
Dendam yang membara...

Apakah ini satu jalan penyelesaian
Atau suatu keputusan
Haruskah perpisahan jadi penentu
Jangan engkau terburu...

Apa... kau rela
Robohkan istana syurga yang kita bena...
Apa... kau rela
Menghadapi derita perpisahan ini
Namun hakikat
Yang terjadi hanyalah kekhilafan
Sikap yang keterlaluan
Hilang pertimbangan

Selasih ku siram
Didalam jambangan kembali nyaman
Keseh ku tanam kembali bersatu
Kembali kau kepada ku...

Tips Daftar Adsense Google Di Approve 100%

1. Mendaftar Google adsense dengan cara umum
login di google.com/adsense.isi semua formulir yang tersedia,saya sarankan menggunakan blog bahasa inggris. kalau tidak punya blog bhasa inggris cari di google dengan keyword english,keluar banyak kan webnya,terus carilah blog yg belum di pasang adsense.jangan tertipu blog yg belum ada iklan adsense,karena belum tentu blog tersebut belum mendaftar di adsense,mngkin saja iklan adsensenya sedang tidak di pasang.jadi triknya saat anda membuka blog bahasa inggris.liat di browser bawah,ada ketrangan proses web yg berjalan,memang rada cepat prosesnya,tp perhatikan benar proses itu,kalau ada keterangan google double clik.tutup ja langsung blog tersebut walau belum tertampil sempurna,karena percuma udah pasti blog tersebut mengikuti program adsense,jd carilah blog yg lain dengan trik diatas.

2. Mendaftar Google Adsense dengan bergabung ke indyarocks.com
Indyarocks.com merupakan sebuah jejaring sosial, maka salah satu fasilitasnya adalah apabila anda bergabung maka anda akan mendapatkan akun Google Adsense, namun walaupun anda sudah bergabung dengan indyarocks.com, tidak otomatis akun Google Adsense akan didapatkan ada persyaratan yang harus dipenuhi.
Berikut langakah-langkah untuk mendapatkan akun adsense di indyarocks.com
a. Kunjungi indyarocks.com, isi formulir yang dimintanya setelah itu klik Join The Celebration, ikuti saja permintaannya mulai dari foto profil sampai selesai
b.Setelah itu cari My Life, Diatas pojok kiri. dan cari seperti gambar dibawah ini, sebelah kanan website, kalian Klik Earnings*Google adsense*
c.Setelah itu kalian akan masuk ke cek kelayakan kalian dalam menjadi member Google adsense... Klik Check Eligibilty.
d.Namun Kelayakan belum akan didapatkan, maka yang dilakukan adalah Posting 10 Artikel berbahasa inggris, Upload 10 poto, lengkapi identitas.
e.Setelah selesai, masuk lagi ke menu My Life, Klik lagi Earnings*Google adsense*,kalian check lagi kelayakan kalian untuk bisa masuk google adsense
f.Maka ada perintah masukkan alamat email, ingat masukkan Email Gmail, jangan email yang lain.
g.Formulir akan dikirimkan ke email, tunggu saja beberapa hari kalau emailnya belum sampai

3. Mendaftar Google adsense dengan docstoc.com
Mendaftar Google adsense melalui docstoc.com, mungkin bisa menjadi alternatif, untuk mendaftar silahkan ikuti langka dmei langkah dibawah ini
a.Kunjungi www.docstoc.com/DocCash, jangan lupa daftar di www.docstoc.com/DocCash
b.setelah itu ada pilihan “All you need is a Google AdSense account to join. Don’t have one yet? That’s okay – we’ll help you set one up. It’s easy.”
c.Pilih “I’d like to set up an adsense account “, jangan lupa masukkan lagi Gmail jangan yang lain
d. Maka konfirmasi akan dikirimkan ke Email yang didaftarkan, Klik saja konfirmasi tersebut untuk mengisi aflikasi Google Adsense.
f. Setelah selesai mengisi aflikasi Google Adsense, jangan lupa untuk Login ke akun Docstoc, untuk melengkapi Profil dan upload dokumen sebanyak 10 dokumen, dan jangan lupa dokumennya kalau bisa harus berbahasa Inggris.

4. Mendaftar Google Adsense dengan bergabung Flixya.com
Cara dibawah ini bisa juga sahabat coba untuk mendapatkan Google Adsense dengan bergabung ke Flixya.com Langkah-langkahnya adlah
a. Daftar dulu Flixya dengan mendaftar disini flixya.com/nav/register
b. Isi Formulirnya sampai selesai
c.Setelah berhasil mendaftar klik star now, chek ke email,lalu verifikasi flixya nya, kemudian login,sesudah itu mulai lah posting,caranya klik write_blog artikel
d.Tambahkan photo di upload photos,klik my_account>>add_center>>my_add seting, kemudian masukan email yang tadi didaftarkan acount flixya nya,,klik ok, dan tunggu email pemberitahuan dari google adsennya

5. Mendaftar Google Adsense lewat Google friend Connect
Selain bisa untuk menampilkan Iklan Google Adsense walaupun website sahabat berbahasa indonesia Google friend Connect, Google friend Connect bisa juga digunakan untuk mendapatkan Akun Google Adsense. Langkah-langkahnya adalah
a. Kunjungi google.com/friendconnect/?hl=in
b. Login dengan email anda, Klik saya setuju,
c. Isi Nama situs web dengan nama Nama situs web yang akan didaftarkan. Isi dengan URL situs web yang akan didaftarkan, pilih Bahasa situs web. setelah itu klik lanjutkan
d.kemudian klik buat akun adsense
e.Maka akan ada konfirmasi akan dikirimkan ke Email yang didaftarkan, Klik saja konfirmasi tersebut untuk mengisi aflikasi Google Adsense.

NB: Cara 1 memang banyak gagalnya, tapi kalau cara 3.. 100% berhasil..

Kamis, 28 Juni 2012

NIKAH YUUUUUUUUUK


" Nikah...Belom kepikiran nih." atau " Ya sih. tapi calonnya cari di mana?" nah, yang jawab begini pasti sudah pingin (ehm ehm).
Menikah adalah Sunah Rosul SAW, setiap kita pasti ingin. Tapi sudahkah kita mempersiapkan diri menghadapinya?
saat ini kita melihat ada fenomena pelecehan terhadap lembaga perkawinan, bekalilah diri kita agar tidak jadi bagian darinya. Sebelum ada zina menikahlah.
Bukankah Rosul berkata bahwa salah satu orang yang akan di tolong Allah adalah yang menikah karena hendak menjaga kesuciannya. Rosul bersabda. wahai pemuda, barangsiapa yang telah mampu kawin, maka kawinlah. karena itu dapat menundukan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. dan barangsiapa yang belum mampu kawin, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya." (HR Ahmad).

Siap siap dari sekarang

1. Persiapkan diri dengan matang
Menikah bukan urusan sembarangan, kadarnya barangkali sama dengan menghadapi peperangan. Persiapan kudu ada, kalau tidak kita akan mati konyol atau kalah telak dalam pertempuran.
2. Mulai dari sekarang
mempersiapkan diri menuju pernikahan seharusnya sudah dilakukan sejak seseorang masih bujang atau gadis. bukan hanya sebulan dua bulan menghadapi pelaminan. bisa stres!!
Prof Dr dr H Dadang hawari dalam tulisannya amembagi persiapan pernikahan kedalam tiga aspek, yaitu: Aspek Fisik, mental dan psikososial.
Aspek fisik meliputi usia dan kondisi fisik. Aspek mental meliputi Kepribadian dan pendidikan. sedangkan Aspek Psikososial meliputi agama, latar belakang budaya, latar belakang keluarga, pergaulan serta
pekerjaan dan kondisi materi.
3. Komitmen dan tanggung jawab
Dari tiga aspek yang di sebutkan Prof Dr dr H dadang Hawari tadiyang paling mendasar adalah aspek psikologis. banyak pemuda dengan usia yang lebih dari cukup dan fisik yang sudah matang tapi belum juga menikah. Barangkali dua kata ini bisamemberikan jawaban. Komitmen dan tanggung jawab.
niat menikah akan mentah bila belum berani berkomitmen dan bertanggung jawab.
4. Orang tua perlu turun tangan
Untuk mencapai pernikahan yang barokah dan bahagia selayaknya aspek aspek persiapan di atas memang harus sudah ada sebelum kita menikah. tapi bagaimana bila aspek fisik dan kejiwaan sudah oke tapi belum ada kesiapan Finansial? Solusinya tentu saja merujuk pada hadits Rosul saw di atas yaitu berpuasa. tapi bagaimana jika berpuasa  ternhyata tidak mampu meredam. Sharing dengan orang tua adalah langkah yang tepat, mungkin mereka bisa membantu memberi tambahan modal finansial untuk menikah. tapi jangan di manfaatkan dengan meminta yang macam macan. Sudah minta sama orang tua pingin pesta tujuh hari tujuh malam pula, itu durhaka namanya.

Pada dasarnya menikah itu tidak butuh biaya yang besar walau bukan berarti tanpa biaya. yang penting dalam pernikahan itu adalah di penuhinya semua syaratnya. Seprti ada pengantin tentunya, penghulu, wali buat wanita, saksi dan mas kawin. bila itu sudah ada ijab kabul bisa dilaksanakan dan tentunya dengan tambahan saksi dari kantor urusan agama agar pernikahan kita tidak hanya sah dan halal. Tapi juga sah di mata hukum negara. Untuk uruan pesta itu bukan syarat pernikahan.
Nah semoga beruntung.

FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH


Kepentingan pembangunan–seperti juga pada jaman revolusi, yaitu kepentingan revolusi–ternyata tidak hanya memerlukan dalil aqli, tapi juga dalil naqli. Apalagi jika masyarakat menjadi subyek–atau obyek–pembangunan justru “kaum beragama”.

Apabila pembangunan itu menitikberatkan pada pembangunan material (kepentingan duniawi), meski konon tujuannya material dan spiritual (kepentingan akhirat), maka perlu dicarikan dalil-dalil tentang pentingnya materi. Minimal pentingnya menjaga “keseimbangan” antara keduanya (material bagi kehidupan dunia dan spiritual bagi kehidupan akhirat).

Maka, dalil-dalil tentang mencari–atau setidak-tidaknya tentang peringatan untuk tidak melupakan–kesejahteraan dunia, pun perlu “digali” untuk digalakkan sosialisasinya.

Tak jarang semangat ingin berpartisipasi dalam pembangunan material-- yang menjadi titik berat pembangunan– ini mendorong para dai dan kyai justru melupakan kepentingan spiritual bagi kebahagiaan akhirat. Atau, setidaknya, kurang proporsional dalam melihat kedua kepentingan itu.

Ketika berbicara tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, biasanya para dai tidak cukup menyitir doa sapu jagat saja: Rabbanaa aatinaa fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah. Biasanya, mereka juga tak lupa membawakan Hadist popular ini: I'mal lidunyaaka kaannaka ta'iesyu abadan wa'mal liakhiratika kaannaka tamuutu ghadan, yang galibnya berarti “Beramallah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup abadi dan beramallah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi”. Kadang-kadang, dirangkaikan pula dengan firman Allah dalam Surat al-Qashash (28), ayat 77:“Wabtaghi fiimaa aataakallahu 'd-daaral aakhirata walaa tansanashiebaka min ad-dunya....” yang menurut terjemahan Depag diartikan,“Dan carikan pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi…”.


Umumnya orang–sebagaimana para dainya–segera memahami dalil-dalil tersebut sebagai anjuran untuk giat bekerja demi kesejahteraan di dunia dan giat beramal demi kebahagiaan di akhirat.

Kita yang umumnya–tak usah dianjurkan pun–sudah senang “beramal” untuk kesejahteraan duniawi, mendengarkan dalil-dalil ini rasanya seperti mendapat pembenar, bahkan pemacu kita untuk lebih giat lagi bekerja demi kebahagiaan duniawi kita.

Lihat dan hitunglah jam-jam kesibukan kita. Berapa persen yang untuk dunia dan berapa persen untuk yang akhirat kita? Begitu semangat–bahkan mati-matian–kita dalam bekerja untuk dunia kita, hingga kelihatan sekali kita memang beranggapan bahwa kita akan hidup abadi di dunia ini.

Kita bisa saja berdalih bahwa jadwal kegiatan kita sehari-hari yang tampak didominasi kerja-kerja duniawi, sebenarnya juga dalam rangka mencari kebahagiaan ukhrawi. Bukankah perbuatan orang tergantung pada niatnya, “Innamal a'maalu binniyyaat wa likullimri-in maa nawaa.” Tapi, kita tentu tidak bisa berdusta kepada diri kita sendiri. Amal perbuatan kita pun menunjukkan belaka akan niat kita yang sebenarnya.

Padahal, meski awal ayat 77 Surat sl-Qashash tersebut mengandung “peringatan” agar jangan melupakan (kenikmatan) dunia, “peringatan” itu jelas dalam konteks perintah untuk mencari kebahagiaan akhirat. Seolah-olah Allah– wallahu a'lam– “sekadar” memperingatkan, supaya dalam mencari kebahagiaan akhirat janganlah lalu kenikmatan duniawi yang juga merupakan anugerah-Nya ditinggalkan. (Bahkan, menurut tafsir Ibn Abbas,“Walaa tansa nasiibaka min ad-dunya” diartikan “Janganlah kamu tinggalkan bagianmu dari akhirat karena bagianmu dari dunia”).

Juga dalil I'mal lidunyaaka… --seandainya pun benar merupakan Hadist shahih–mengapa tidak dipahami, misalnya,“Beramallah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup abadi.” Nah, karena kamu akan hidup abadi, jadi tak usah ngongso dan ngoyo, tak perlu ngotot. Sebaliknya, untuk akhiratmu, karena kamu akan mati besok pagi, bergegaslah. Dengan pemahaman seperti ini, kiranya logika hikmahnya lebih kena.

Sehubungan dengan itu, ketika kita mengulang-ulang doa,“Rabbanaa aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah,” bukankah kita memang sedang mengharapkan kebahagiaan (secara materiil) di dunia dan kebahagiaan (surga) di akhirat, tanpa mengusut lebih lanjut, apakah memang demikian arti sebenarnya dari hasanah, khususnya hasanah fid-dunya itu?

Pendek kata, jika tak mau mengartikan dalil-dalil tersebut sebagai anjuran berorientasi pada akhirat, bukankah tidak lebih baik kita mengartikan saja itu sebagai anjuran untuk memandang dunia dan akhirat secara proporsional (berimbang yang tidak mesti seimbang).

Memang, repotnya, kini kita sepertinya sudah terbiasa berkepentingan dulu sebelum melihat dalil, dan bukan sebaliknya. Wallahu a'lam.

Permainan Sepakbola

Cobalah Anda pikir agak tenang tanpa mengikutsertakan kesenangan Anda sendiri, mungkin Anda pun -- seperti orang yang tidak senang atau tidak paham sepak bola -- merasa geli melihat 22 orang dewasa –-sebelas lawan sebelas-- berlari-lari memperebutkan dengan serius sebuah benda bundar.
Kecuali dua orang yang bertindak menjaga gawang yang tidak banyak berlari; cukup mempertahankan dan menangkap bola bila bola mengarah ke gawangnya. (Berbeda dengan yang lainnya, kedua orang ini tidak mutlak dilarang memegang bola). Anehnya bila bola sudah terebut, langsung --atau dibawa sebentar kemudian-- disepak lagi untuk diperebutkan kembali. Sering kali, meski sudah ada wasit lapangan dan wasit-wasit garis yang memimpin pertandingan, orang-orang dewasa yang memperebutkan bola itu sampai berantem. Bila karena terlalu sengit berebut bola lalu terjadi tabrakan antar pemain dan wasit sudah menentukan bola diberikan kepada pihak tertentu, pihak ini pun malah menendangnya kembali. Bayangkan bila perebutan 11 x 11 orang dewasa ini tanpa wasit yang memimpin atau wasitnya seperti kebanyakan wasit negeri ini.
Sampai suatu saat, bila ada salah seorang di antara 22 orang itu yang berhasil menendang dan memasukkan bola ke gawang lawan yang dijaga mati-matian oleh penjaganya, semua --kecuali pihak yang kemasukan dan pendukung-pendukungnya– pun bersorak-sorai gembira. Kemudian bola pun ditaruh di tengah lagi untuk diperebutkan kembali. Begitulah permainan yang betul-betul permainan ini berlangsung cukup lama, resminya 2 x 45 menit, kecuali bila ada perpanjangan waktu. (Di Pensylvania Amerika Serikat, malah pernah ada pertandingan –antara dua kesebelasan dari Muhlenberg College-- sampai 48 jam nonstop, tanpa pemain pengganti). Seperti setiap permainan yang lain, dalam sepak bola ini pun harus ada yang menang. Yang menang adalah yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan.

Sungguh absurd sebenarnya. Namun absurd tidak absurd, permainan sepak-menyepak bola yang konon cikal-bakalnya berasal dari permainan Tsu-chu Cina zaman dinasti Han, 3-4 abad sebelum Masehi itu adalah olah raga yang paling –atau setidaknya termasuk yang paling– digemari di dunia. Bahkan sejak distandardkan dengan pembentukan Football Association di Inggris tahun 1863 dan terbentuknya federasi sepak bola dunia (FIFA) tahun 1907, permainan ini bukan saja semakin meluas popularitasnya, perkembangannya pun terus semakin canggih. Bukan saja dari segi sistem dan teknik permainan, melainkan juga pengorganisasiannya terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi setelah bisnis dan kemajuannya –sebagaimana dalam banyak permainan yang lain-- ikut campur dalam menentukan kehadiran dan perkembangannya.

Seperti biasa dan seperti pada banyak hal, negara-negara maju yang memiliki kelebihan di hampir semua segi kehidupan, peranannya sangat besar bahkan menentukan dalam membawa permainan itu ke derajat ‘terhormat’ dan digilai hampir semua lapisan masyarakat dunia seperti sekarang ini. Jangankan sepak bola, permainan yang berbahaya dan sangat tidak manusiawi pun --paling tidak menurut sebagian kalangan– seperti tinju, di tangan mereka, bisa menjadi olah raga yang dicandui; sudah tentu setelah menjadi tambang fulus bagi mereka.

Memang mereka –orang-orang di negeri maju– itu, barangkali karena kelebihan mereka di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ditambah disiplin dan keseriusan mereka, bagi kita di negeri berkembang ini bagaikan tukang sihir saja laiknya. Kebalikan dari kita yang menggarap hal-hal penting seperti main-main saja, mereka bahkan permainan bisa disulap menjadi hal yang sangat serius dan penting. Seperti sepak bola itu misalnya, dengan kelihaian mereka mengemas dan menawarkannya, dunia pun dibuat keranjingan terhadapnya sesuai kemauan mereka. Negara-negara penggandrung sepak bola yang mereka nilai kaya dengan potensi sumberdaya pemain, mereka pacu dan support. Permainan sederhana, amatiran, dan bisa dimainkan dimana saja -- dengan pemain berapa saja, dengan pakaian apa saja (bahkan tanpa pakaian sekalipun), dan dengan bola apa saja (dengan bola gombal sekalipun) – itu mereka profesionalkan dan bisniskan dengan cara yang amat canggih. Dan dengan dukungan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, permainan sepak bola pun akhirnya menjadi ‘agenda dunia’ yang penting dan sangat merampas perhatian.

Termasuk kita disini, dimana sepak bola –seperti hal-hal yang lain, hanya sibuk dibicarakan dan dipertengkarkan-- pertandingan sepak bola manca negara merupakan ‘acara wajib’ yang ikut mengatur irama dan gaya hidup kita. Pers dengan semangat patriotisme, berlomba-lomba memberitakan dan menayangkan setiap pertandingan. Ulasan dan analisis sepak bola yang ndaqik-ndaqik pun memenuhi media massa. Jadwal pertandingan dan kompetisi mereka --hingga yang bersifat lokal-- pun kita catat. Gol-gol terbaik dalam setiap pertandingan, kita bukukan. Nama-nama pemain klub-klub disana – apalagi yang menjadi bintang (umumnya pemain yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan, pemain yang paling pandai mempertahankan gawang, yang paling lihai membawa atau merebut bola)– kita hafal melebihi nama-nama para pemain klub-klub di tanah air sendiri. Siapa yang tak kenal Pele –konon dari rangkaian kata Portugis, Pe kependekan dari kaki dan le dari malas– alias Edison Arantes do Nascimento dari Brazil yang dijuluki Si Kaki emas dan sejak 7 September 1956 hingga 2 Oktober 1974 memasukkan bola 1216 gol? Siapa tidak kenal Libero Franz Beckenbauer dari Jerman Barat; Johan Cruyff dari Belanda; Diego Maradona dari Argentina; atau bomber Inter Milan asal Brazil, Ronaldo Luis Nazario. Bahkan banyak bayi lahir yang dinamai dengan nama-nama seperti Eka Maradona, Mohammad Maldini, Supele, Rosyat Baggio, dll.

Pendek kata, sepak bola sudah menjadi semacam virus yang membuat demam dunia. Lihatlah, betapa pers, termasuk di kita, sudah geger mempersiapkan diri menyambut World Cup 1998 yang masih akan digelar Juni-Juli mendatang. Rubrik-rubrik sudah diplot; pengulas-pengulas (di negeri ini pengulas sepak bola jauh lebih banyak dan lebih lihai katimbang pemain sepak bola) sudah mulai diincar atau dikontrak; tv-tv sudah mengiklankan jadwal-jadwal pertandingan; dsb. dst.

Itu semua tentu tidak lepas dari kelihaian para pencari materi (duit) yang tahu persis bagaimana memanfaatkan permainan yang menjadi kegemaran hampir semua orang itu. Mereka yang paling lihai, paling kreatif, dan paling serius, akan mendapat keuntungan paling banyak. Karena di zaman ini, sepak bola –sebagaimana banyak permainan yang lain– tidak hanya merupakan olah raga atau apalagi permainan pengisi waktu senggang. Sepak bola di zaman ini sudah pula berarti bisnis; gengsi; entertainment; dlsb.

Kecuali mereka yang memang tidak suka dan tidak paham sepak bola, kiranya tak ada lagi orang yang merasa geli melihat 22 orang dewasa berlari-lari berebut bola untuk ditendang kembali setelah berhasil merebutnya. Sedangkan melihat mereka yang membahas, mengkalkulasi, menyeminarkan, bahkan mendirikan sekolah untuk itu pun, rasanya tak ada yang merasa aneh dan geli.

Tapi itulah hidup. Hidup tak lebih dari permainan, seperti permainan sepak bola itu. Orang berlari-lari, berebut sesuatu yang sepele untuk kemudian dilepas dan dikejar-kejar lagi. Mereka yang mengejar dan berebut harta misalnya, setelah berhasil mendapatkannya, ada yang dilepas secara sukarela, ada terpaksa dilepaskannya. Demikian pula mereka yang mengejar dan berebut kursi atau kekuasaan.
Untuk merebut, kalau perlu menyikut, menendang, dan menginjak saudara sendiri. Yang gede menggunakan ke-gede-annya; yang mempunyai kepintaran menggunakan kepintarannya; yang kuat memanfaatkan kekuatannya; dan sebagainya dan seterusnya. Karena itu, sebagaimana dalam permainan sepak bola juga, aturan dan ketaatan terhadap aturan permainanlah yang paling menentukan enak atau tidaknya permainan itu dimainkan dan ditonton. Sebaliknya ke-tiadaan-aturan atau ketiadaan ketaatan terhadap aturan-lah yang membuat rusak permainan. Apalagi apabila penyelenggara dan pimpinan permainan sendiri sudah tidak mempunyai itikad untuk menegakkan aturannya.

Wallahu a’lam.